sebuah artikel dari http://blog.uin-malang.ac.id/amin/2010/12/21/pengaruh-islam-atas-eropa-abad-pertengahan/
A. Pendahuluan : Pentingnya Studi Tsaqofah Islamiyah
Akbar S. Ahmed menyebutkan ada dua pendekatan tradisional untuk memahami sejarah Islam. Pendekatan pertama dilakukan oleh Ibn Khodun yang disebutnya teori Siklus. Teori itu menarik karena sangat sederhana dan dimulai dengan penggambaran sebagai berikut : Sejumlah anggota suku yang tegar turun dari b ukit lalu tinggal di kota. Lambat laun mereka terpaksa harus mengikuti cara hidup dan budaya kota serta melepaskan ikatan kesukuannya setelah tua mereka tergeser oleh gelombang pendatang baru yang juga dating dari daerah bukit. Siklus itu berulang setiap tiga atau empat generasi.
Pendekatan kedua menggambarkan Islam yang mengalami perkembangan pesat dan dramatis pada abad ke-7 dan kemudian mengalami keruntuhan yang tidak terelakkan. Rasul dan para Sahabatnya menunjukkan perilaku Muslim terbaik. Setelah mereka saat kemunduran tak dapat dielakkan. Rasul sendiri berkata :”Yang terbaik dari semua pengikutku adalah generasiku, menyusul setelah masa generasiku kemudian generasi selanjutnya.[i]
Kedua pendekatan di atas memiliki persamaan. Keduanya menyepakati konsep perkembangan dan keruntuhan Islam yang berlansung secara cepat. Orang memang mudah tertarik untuk meninjau sejarah dengan cara itu. Bagi orang Arab tahun 1258 menandai berakhirnya kekuasaan Islam.[ii] Sementara itu bagi orang Eropa tahun tersebut merupakan tahun runtuhnya Muslim Timur yang bejat dan munculnya pembaruan yang bersumber dari Barat.
Sebenarnya cara seperti itu bukanlah cara yang tepat untk memahami sejarah Muslim, tetapi cara tersebut sudah dianggap sebagai cara yang wajar dan jarang ditinjau ulang atau dipertanyakan orang. Seharusnya kita meninjau sejarah Islam bukan dari kejayaan Islam dan keruntuhan dinasti Arab. Yang patut menjadi perhatian kita adalah irama (ritme), peristiwa pasang surut, kemajuan dan kemunduran, serta penanjakan dan penurunan yang terjadi pada masyarakat Muslim yang berupaya menerapkan konsep tipe ideal Muslim abad ke-7. Jadi meskipun dinasti atau kerajaan Muslim mengalami kejayaan dan keruntuhan atau tidak pernah muncul kembali, konsep tipe ideal tetap hidup dan diamalkan terus menerus oleh kelompok dan individu di pelbagai temoat dan waktu yang berbeda.
Di sinilah letak pentingnya mempelajari tsaqofah islamiyah, yang mana tidak dimaksudkan sebagai romantisisme sejarah kejayaan masa lalu yang membuat kaum Muslimin semakin lengah dan lemah. Akan tetapi hendaknya dijadikan sebagai inspirasi untuk mewujudkan kembali (rekonstruksi) warisan khazanah peradaban yang pernah mewarnai dunia dan memberikan cahaya terang bagi peradaban lain.
Upaya untuk merekonstuksi peradaban Islam sudah barang tentu membutuhkan pemahaman yang utuh terhadap dinamika peradaban itu sendiri. Baik pemahaman terhadap peradaban yang murni dari idealita ajaran-ajaran Islam maupun dari realita persinggungannya dengan perdaban dunia lain yang kemudian dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Tulisan ini mencoba membahas hal-hal yang dianggap penting sebagai upaya rekonstruksi peradaban Islam. Di antaranya adalah ; pengaruh perdaban Islam atas dunia Barat, sebab-sebab kemunduran kaum Muslimin dalam Tsaqofah dan posisi peradaban Islam bagi umat Islam Modern.
B. Pengaruh Dunia Islam atas Barat
Tiga arus kebudayaan purba mempengaruhi arah perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Ketiaga arus tersebut adalah kebudayaan Yunani (Hellenic), Persia dan India. Hellenisme pada dasarnya meliputi filsafat Yunani, Plato Aristoteles, pandangan Euclid dan Neo-Platonik serta tulisan tentang ilmu kedokteran yang ditulis oleh Hipocrates dan Galen. Dalam jangka waktu 100 tahun buku-buku penting Yunani telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Setelah itu melalui Spanyol dan Sisilia, orang Arab menyebarkan pengetahuan Yunani yang sudah dikembangjan itu ke Eropa. Pengetahuan yang sudah dikembangkan di dunia Arab itulah yang mendorong lahirnya renaisans (kebangkitan kembali) di Eropa. Pengaruh Persia hanya terbatas pada bidang kesenian dan kesusasteraan yang diwarnai oleh mistisime, astronomi, matematika dan system decimal merupakan unsur pengaruh kebudayaan India.[iii]
Dengan demikian kebudayan dan perdaban Islam tidak lepas dari persinggungan dengan beberapa perdaban besar dunia terutama Yunani. Namun peradaban tersebut tidak begitu saja mempengaruhi dunia Islam dan kaum Muslimin. Kaum Muslimin mengembangkannya lebih lanjut sehingga lebih mudah untuk diungkapkan dan dipahani kembali. Seandainya pengembangan oleh kaum Muslimin tidak dilakukan, maka dapat dipastikan bangsa Eropa akan menemukan kesulitan untuk ‘menerjemahkan’ warisan peradaban nenek moyang mereka. Hal inilah yang tidak diakui mereka sebagaimana ditulis secara jujur dan obyektif oleh W. Montgomery Watt sebagai berikut :
“Sutau kajian atas pengaruh Islam atas Eropa terutama relevan untuk dewasa ini, ketika orang-orang Kristen dan orang-orang Islam, juga orang-orang Arab dan Eropa, semakin terlibat intim satu sama laindalam satu dunia. Untuk jangka waktu tertentu, memang diakui bahwa penulis-penulis Kristen Abad pertengahan telah menciptakan citra mengenai Islam yang dalam beberapa hal merendahkan. Tetapi melalui upaya para sarjana selama satu abad lampau, gambaran lebih objektif sekarang tengah mengambil bentuknya dalam pemikiran Barat. Namun demikian karena utang budaya (cultural indebtedness) kita terhadap Islam, kita bangsa Eropa masih terlalu angkuh. Kita terkadang mengecilkan kuat dan pentingnya pengaruh Islam dalam warisan kita, bahkan kerap kali tidak mengakuinya sama sekali. Untuk kepentingan hubungan baik dengan bangsa Arab dan kaum Muslimin, kita harus mengakui utang budaya kita sepenuhnya. Berusaha menutupi dan mengingkarinya adalah satu cirri kebanggaan yang palsu.[iv]
Sebagaian besar pengaruh kebudayaan Islam atas Eropa terjadi akibat pendudukan kaum Muslim atas Spanyol dan Sisilia. Dari Spanyol pemikiran ilmiah dan filsafat Islam ditransmisikan ke Eropa.
Spanyol Muslim melahirkan pancaran cahaya yang agung. Masjid Agung Cordova, sejumlah pertamanan, pancuran dan alun-alun istana al-Hambra, syair muwashshahat dan zajal dengan kandungan beberapa ayat al-Qur’an dan dengan beberapa ungkapan roman, sejumlah kebun-kebun irigasi di Seville dan Valencia, hikmah filsafat dan sains semua ini merupakan monument peninggalan Islam Spanyol. Spanyol merupakan pusat utama bagi penyaluran filsafat Yunani dari Banfsa Arab kepada bangsa Eropa.[v]
Buku-buku Yunani yang telah dipelajari oleh cendikiawan-cendikiawan Islam tidak sebatas pada tingkat penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat, tetapi ditambahkan pula ke dalamnya hasil-hasil penyelidikan yang mereka lakukan sendiri. Dengan demikian muncullah ahli-ahli ilmu pengetahuan dan filosof Islam. Filosof-filosof Islam sebagaimana halnya filosof Yunani, bukan hanya mempunyai sifat-sifat filosof, tapi juga sifat ahli ilmu pengetahuan. Karangan-karangan mereka tidak hanya terbatas pada lapangan filsafat tetapi juga meliputi lapangan ilmu pengetahuan.
Pengaruh Islam yang terbesar terdapat dalam ilmu kedokteran dan filsafat. Dalam ilmu kedikteran, Abu Bakar Al-Razi yang di Eropa dikenal dengan nama Rhazes mengarang buku tentang penyakit cacar dan campak yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris dan bahasa-bahasa Eropa lainnya. Begitu pentingnya buku ini bagi Eropa sehingga terjemahan Inggrisnya dicetak 40 kali antara tahun 1498 hingga tahun 1866.[vi]
Karya utama al-Razi adalah ensiklopedi obat-obatan yang dalam bahasa Arab berjudul al-Hawi, sebuah buku studi perbandingan. Karya tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Farragut dengan judul Continens dan sejak 1488 hingga 1542 sudah diterbitkan sebanyak 5 kali, padahal naskah aslinya baru diterbitkan untuk pertama kalinya sekitar tahun 1960. Dalam buku itu al-Razi terlebih dahulu menyajikan cara penanggulangan penyakit menurut pandangan Yunani, India Persia dan Arab, kemudian mengemukakan pandangannya sendiri. Sebanyak 50 buah karyanya masih bias diperoleh dewasa ini.[vii]
Ibnu Sina (Aveciena) selain sebagai filosof adalah juga seorang dokter yang mengarang ensiklopedia dalam ilmu kedokteran yang terkenal dengan nama al-Qonun fi al-Tib (Canon of Medicine). Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, berpuluh kali dicetak dan tetap dipakai di Eropa sampai pertengahan abad ke XVII disbanding karya Galen dan Hipokrates.
Dalam lapangan filsafat, nama-nama al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd sangat terkenal di samping filosof Muslim lainnya. Al-Farabi mengarang buku-buku dalam bidang filsafat, logika, jiwa, kenegaraan, etika dan interpretasi tentang filsafat Aristoteles. Sebagian dari karangan-karangannya itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan masih dipakai di Eropa abad XVII. Ibnu Sina juga banyak mengarang dan yang termasyhur adalah al-Syifa’, suatu ensiklopedi tentang fisika, metafisika dan matematika yang terdiri atas 18 jilid. Bagi Eropa Ibn Sina dengan tafsiran yang dikarangnya tentang filsafat Aristoteles lebih masyhur dari pada al-Farabi. Tetapi di antara semuanya, Ibn Rusyd atau Averroeslah yang banyak berpengaruh di Eropa dalam bidang filsafat, sehingga di sana terdapat aliran yang disebut Averroesme.[viii] Ringkasnya periode ini adalah periode peradaban Islam yang tertinggi dan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi munculnya perdaban modern di Barat.
C. Sebab-Sebab Kemunduran Kaum Muslimin dalam Tsaqofah
Setelah tejadinya kontak antara peradaban Islam dengan masyarakat Eropa yang kemudian melahirkan renaisans, maka dimulailah babak baru kehidupan intelektual Barat yang baru saja terbangun dari ‘tidur lelap’nya menuju periode sejarah umat manusia yang sama sekali baru, yaitu Abad Modern.
Hakikat Abad Modern itu menurut Marshal G. S. Hodgson sebagaimana dikutip Nurcholis Madjid ialah Teknikalisme dengan tuntutan efisiensi kerja yang tinggi yang diterapkan pada semua bidang kehidupan. Maka menurutnya Abad modern itu lebih tepat disebut Abad Teknik. Teknikalisme itu an sich melatarbelakangi timbulnya Revolusi Industri, sedangkan implikasi kemanusiaannya menyembul dalam bentuk Revolusi Prancis. Dua peristiwa yang secara amat menentukan menandai dimulainya Abad Modern sekitar pertengahan abad ke XVIII.[ix]
Mengapa Abad Modern tidak timbul dari lingkungan negeri-negeri Muslim melainkan di Eropa Barat Laut ? Hudgson menduga bahwa masyarakat islam gagal memelopri kemoderenan karena tiga hal : konsentrasi yang kelewat besar penanaman modal harta dan manusia pada bidang-bidang tertentu, sehingga pengalihannya kepada bidang lain merupakan suatu kesulitan luar biasa; kerusakan hebat, baik material maupun mental-psikologis akibat serbuan biadab bangsa Mongol; justru kecemerlangan peradaban Islam sebagai suatu bentuk pemuncakan Abad Agraria membuat kaum Muslimin tidak pernah secara mendesak merasa perlu kepada suatu peningkatan lebih tinggi. Dengan kata lain, dunia Islam berhenti berkembang karena kejenuhan dan kemantapan pada dirinya sendiri. Ketika disadari secara amat terlambat bahwa bangsa lain yakni Eropa, benar-benar lebih unggul dari mereka, bangsa-bangsa Muslim itu terperanjat luar biasa dalam sikap tak percaya. Tidak ada gambaran yang lebih dramatis dalam psikologi umat Islam seperti keterkejutan mereka ketika Napoleon dating ke Mesir dan menaklukkan bangsa Muslim itu dengan amat mudah.[x]
Penderitaan dunia islam menghadapi Abad Modern memuncak ksecara tak terelakkan lagi, bangsa-bangsa Eropa mendapati diri mereka mampu dengan gampang sekali mengalahkan bangsa-bangsa lain, khususnya umat Islam yang selama ini dikagumi dan ditakuti namun juga dibenci. Bangsa-bangsa di Eropa Barat itu menggunakan keunggulan peradaban baru mereka untuk melancarkan politik imperialisme dan kolonialisme, dengan negeri-negeri Muslimsecara sangat wajar menjadi sasaran utamanya. Dalam keadaan terkejut dan tak berdaya, kaum Muslimin di seluruh dunia memberi reaksi yang beraneka ragam kepada gelombang serbuan kultural dari Barat itu.
Berbagai tulisan mencoba menerangkan mengapa umat Islam ‘mundur’ dan orang-orang Barat ‘maju’ ?, lengkap dengan usulan terapi untuk diterapkan guna mengobati penyakit kemunduran itu.
Gambaran yang cenderung dramatis tentang kemunduran umat, yang diberikan oleh para pemikir modernis adalah merupakan hasil langsung pembandingan keadaan dunia Islam dengan Barat. Dunia Islam memang sangat ketinggalan. Walaupun begitu marilah kita perjelas di sini bahwa apa yang terjadi itu pada hakekatnya bukanlah penghadapan antara dua tempat : Asia dan Eropa; atau antara dua orientasi cultural : Timur dan Barat, yang sesungguhnya berlangsung adalah penghadapan antara dua zaman : Abad Agraria dan Abad Teknis. Keunggulan umat Islam selama berabad abad kejayaannya adalah suatu keunggulan relative, betapapun hebatnya antara sesame masyarakat Abad Agraria. Tetapi keunggulan Eropa Barat atas dunia Islam terjadi dalam makna dan dimensi histories yang jauh lebih fundamental, yaitu keunggulan Abad Teknik atas Abad Agraria.
D. Posisi Peradaban Islam bagi Umat Islam Modern
Kaum Mslimin dijamin dalam al-Qur’an surat Ali-‘Imron ayat 110 : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq”, sebagai umat yang terbaik. Hodgson menulis tentang penjelasan ayat ini, “ Orang yang sungguh-sungguh telah mengambil ramalan (prophecy) ini dengan serius, sampai-sampai mencoba untuk membentuk sejarah seluruh dunia sesuai dengannya. Setelah setelah kepercayaan Islam dibangun, kaum Muslimin telah berhasil dalam membangun sebuat bentuk masyarakat baru, yang dengan pergeseran waktu membawa serta lembaga-lembaganya sendiri yang khas, seni dan sastranya, ilmu dan kesarjanaannya, bentuk-bentuk politik dan sosialnya, seperti juga system pemujaan dan kepercayaannya yang semuanya memberi kesan yang jelas islami. Dalam beberapa abad masyarakat yang baru ini menyebar luas ke seluruh wilayah yang sangat berlainan, di hamper seluruh Dunia Lama. Ia lebih dekat disbanding dengan masyarakat manapun yang pernah dating, pada penyatuan seluruh umat manusia di bawah cita-citanya.[xi]
Kaum Muslimin masih harus terus mengimplementasikan pernyataan – Hodgson menyebutnya ramalan- al-Qur’an tersebut secara penuh dengan segala implikasinya. Dalam setiap masa kaum Muslimin telah menegaskan kembali keyakinan mereka , menurut situasi dan kondisi baru yang telah muncul dari kegagalan maupun dari keberhasilan masa lalu. Visi tidak pernah sirna, harapa dan usaha-usaha masih sangat hidup di kalangan umat Islam modern ini.
Karenanya kaum Muslimin tidak boleh terlena dalam nostalgia kejayaan masa lalu. Kejayaan peradaban masa lalu Islam tidak begitu saja mampir di kalangan umat Islam, mereka membangunnya dengan usaha keras dari motivasi keimanan yang dijelaskan dalam Kitan Suci maupun tauladan para pendahulu mereka. Bagi Umat Islam modern kejayaan peradaban masa lalu diposisikan sebagai batu loncatan untuk menatap ke depan dan membangun umat dengan segala kemampuan yang dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmed, Akbar S., Citra Muslim : Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terj. Nunding Ram dan Ramli Yakub, Jakarta : Erlangga, 1992
Hodgson, Marshall G.S., The Venture of Islam; Iman dan Sejarah dalam Peradaban Dunia, terj.
Mulyadi Kartanegara, Jakarta : Paramadina, 1999
Lapidus, Ira M., Sejarah Sosial Umat Islam, terj.
Ghufron A. Mas’adi, Bag. Kedua, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1999
Madjid, Nurcholis (ed),
Khazanah Intelektual Islam, Cet III , Jakarta : Bulan Bintang, 1994
Nasution, Harun, Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta : UI Press, 1985
Watt, W. Montgomery, Islam dan Peradaban Dunia, terj.
Hendro Prasetyo, Jakarta : Gramedia, 1995)
[i] Akbar S. Ahmed, Citra Muslim : Tinjauan Sejarah dan Sosiologi, terj. Nunding Ram dan Ramli Yakub (Jakarta, 1992) hal. 33
[ii] Pada tahun ini orang Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan merebut Bagdad dan mengakhiri kekhalifaan
[iii] i b i d, hal. 49
[iv] W. Montgomery Watt, Islam dan Peradaban Dunia, terj.
Hendro Prasetyo (Jakarta : 1995) hal. 2
[v] Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam, terj.
Ghufron A. Mas’adi (Bag. Kedua ; Jakarta : 1999) hal. 581
[vi] Harun Nasution, Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta : 1985) hal. 72
[vii] Akbar S. Ahmed, op. cit. hal. 50
[viii] Harun Nasution, op. cit. hal. 73
[ix] Nurcholis Madjid (ed), Khazanah Intelektual Islam (Cet III ; Jakarta : 1994) hal.50
[x] i b i d. hal. 54
[xi] Marshall G.S. Hodgson, The Venture of Islam; Iman dan Sejarah dalam Peradaban Dunia, terj.
Mulyadi Kartanegara (Jakarta : 1999) hal. 97
Minggu, 26 Mei 2013
Mengenal Syeh Muhammad Abduh( 1849-1905)
di ambil dari http://hbis.wordpress.com/2008/08/04/syeh-muhammad-abduh-1849-1905/
Posted by Bustamam Ismail on August 4, 2008
Ulama Islam Ulung pendiri aliran Mesir Modren. Dilahirkan di Mesir Bawah, putra keluarga petani. Setelah tamat sekolah di tanta, mengunjungi perguruan tinggi Al-Azhar, tempat ia menyelami mistik. Tahun 1872 berjumpa dengan dan menjadi murid terkemuka Sayyid Jamaludin Al-Afgani yang menyingkapkan kepadanya sistim menuntut ilmu yang baru, dengan memperlihatkan buku-buku karangan sarjana-sarjana Barat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan juga yang menarik perhatiannya atas masalah masalah nasional Mesir dan kaum Muslimin umumnya. Mulai tahun 1876 menjadi wartawan.
Setelah mendapat ijazah Al-Azhar menjadi guru pada Darul Ulum untuk sementara dan dalam tahun 1880 diangkat Menjadi pemimpin harian resmi al-waka’I al- Masriyah. Akhir tahun 1882 dibuang karena tanggapannya yang dipandang berbahaya oleh pemerintah Arabi Pasya. Setelah berdiam beberapa waktu di Beirut, pindah kr Paris tempat berjumpa lagi dengan Sayyid Jamaluddin Al-Afgani, Keduanya mendirikan perkumpulan al-urwatul wustqa yang menerbitkan majalah yang sama namanya. Meskipun majalah tersebut. Tidak berlangsung lama, namun telah dapat mempengaruhi dan mengobarkan perASAAN NASIONAL DI SELURUH DUNIA Islam. Setelah beberapa tahun menjadi guru dan memperdalam pengetahuan di Beirut diizinkan pulang ke tanah airnya (1889), diangkat menjadi kadi(hakim), dan setelah mengalami kenaikan pangkat beberapa kali di angkat menjadi mufti Agung(1889),. Dalam jabatan ini dan sebagai Anggota Badan Penasehat Agung Al-Azhar, besar pengaruhnya atas pertumbuhan Islam Modren. Majalah Al-Manaar menyiarkan ajaran pembaharuan agama Islam kembali ke bentuk aslinya dengan menggunakan akal budi dalam pemikiran agama dan memberikan kemungkinan bagi perumusan baru I’tikad-I’tikad abad pertemngahan dalam istilah modern, dengan menuntut kebebasan ijtihad dan kemungkinan be ijma’ baru berlandaskan kepada keadaan modern. Pendorong pembaharuan pelajaran bahasa Arab dan penakuan hak-hak asasi rakyat. Disamping karangan-karangannya dalam majalah-majalah di antara banyak karyanya yang terkenal ialah tauhid. About these ads
Posted by Bustamam Ismail on August 4, 2008
Ulama Islam Ulung pendiri aliran Mesir Modren. Dilahirkan di Mesir Bawah, putra keluarga petani. Setelah tamat sekolah di tanta, mengunjungi perguruan tinggi Al-Azhar, tempat ia menyelami mistik. Tahun 1872 berjumpa dengan dan menjadi murid terkemuka Sayyid Jamaludin Al-Afgani yang menyingkapkan kepadanya sistim menuntut ilmu yang baru, dengan memperlihatkan buku-buku karangan sarjana-sarjana Barat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan juga yang menarik perhatiannya atas masalah masalah nasional Mesir dan kaum Muslimin umumnya. Mulai tahun 1876 menjadi wartawan.
Setelah mendapat ijazah Al-Azhar menjadi guru pada Darul Ulum untuk sementara dan dalam tahun 1880 diangkat Menjadi pemimpin harian resmi al-waka’I al- Masriyah. Akhir tahun 1882 dibuang karena tanggapannya yang dipandang berbahaya oleh pemerintah Arabi Pasya. Setelah berdiam beberapa waktu di Beirut, pindah kr Paris tempat berjumpa lagi dengan Sayyid Jamaluddin Al-Afgani, Keduanya mendirikan perkumpulan al-urwatul wustqa yang menerbitkan majalah yang sama namanya. Meskipun majalah tersebut. Tidak berlangsung lama, namun telah dapat mempengaruhi dan mengobarkan perASAAN NASIONAL DI SELURUH DUNIA Islam. Setelah beberapa tahun menjadi guru dan memperdalam pengetahuan di Beirut diizinkan pulang ke tanah airnya (1889), diangkat menjadi kadi(hakim), dan setelah mengalami kenaikan pangkat beberapa kali di angkat menjadi mufti Agung(1889),. Dalam jabatan ini dan sebagai Anggota Badan Penasehat Agung Al-Azhar, besar pengaruhnya atas pertumbuhan Islam Modren. Majalah Al-Manaar menyiarkan ajaran pembaharuan agama Islam kembali ke bentuk aslinya dengan menggunakan akal budi dalam pemikiran agama dan memberikan kemungkinan bagi perumusan baru I’tikad-I’tikad abad pertemngahan dalam istilah modern, dengan menuntut kebebasan ijtihad dan kemungkinan be ijma’ baru berlandaskan kepada keadaan modern. Pendorong pembaharuan pelajaran bahasa Arab dan penakuan hak-hak asasi rakyat. Disamping karangan-karangannya dalam majalah-majalah di antara banyak karyanya yang terkenal ialah tauhid. About these ads
Mengenal Al-Farabi: Filosofis Muslim.
di ambil dari artikel http://hbis.wordpress.com/2008/08/01/mengenal-al-farabi-filosofis-muslim/
Posted by Bustamam Ismail on August 1, 2008
Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh al-Farabi atau yang biasa dikenal dengan al-Farabi lahir di Wasij, sebuah dusun kecil di kota Farab, Propinsi Transoxiana, Turkestan, sekitar tahun 890. Dia berasal dari keluarga bangsawan-militer Turki.Al-Farabi melewatkan masa remajanya di Farab. Di kota yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’iyah inilah al-Farabi menerima pendidikan dasarnya. Dia digambarkan “sejak dini memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari.” Pada masa awal pendidikannya ini, al-Farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmetika dasar.Setelah menyelesaikan studi dasarnya,
al-Farabi pindah ke Bukhara untuk menempuh studi lanjut fiqh dan ilmu-ilmu lanjut lainnya. Pada saat itu, Bukhara merupakan ibu kota dan pusat intelektual serta religius dinasti Samaniyah yang menganggap dirinya sebagai bangsa Persia. Pada saat al-Farabi di Bukhara, Dinasti Samaniyah di bawah pemerintahan Nashr ibn Ahmad (874-892). Munculnya Dinasti ini menandai munculnya budaya Persia dalam Islam. Pada masa inilah al-Farabi mulai berkenalan dengan bahasa dan budaya serta filsafat Persia. Juga di Bukhara inilah al-Farabi pertama kali belajar tentang musik. Kepakaran al-Farabi di bidang musik dibuktikan dengan karyanya yang berjudul Kitab al-Musiqa al-Kabir atas permintaan Abu Ja’far Muhammad ibn al-Qasim, Wazir Khalifah al-Radhi tahun 936.Sebelum dia tenggelam dalam karir filsafatnya, terlebih dahulu dia menjadi seorang qadhi. Setelah melepaskan jabatan qadhinya, al-Farabi kemudian berangkat ke Merv untuk mendalami logika Aristotelian dan filsafat. Guru utama al-Farabi adalah Yuhanna ibn Hailan. Di bawah bimbingannya, al-Farabi membaca teks-teks dasar logika Aristotelian, termasuk Analitica Posteriora yang belum pernah dipelajari seorang Muslim pun sebelumnya di bawah bimbingan guru khusus. Dari fakta ini diyakini bahwa al-Farabi telah menguasai bahasa Siria dan Yunani ketika belajar kitab-kitab Aristoteles tersebut karena kitab tersebut baru diterjemah ke dalam bahasa Arab pada tahun-tahun setelah al-Farabi mempelajarinya dalam bahsa aslinya.
Setelah dari Merv, bersama gurunya ia berangkat ke Bagdad sekitar tahun 900. Pada masa kekhalifahan al-Muqtadir (908-932), bersama gurunya ia berangkat ke Konstantinopel untuk lebih memperdalam filsafat. Tapi, sebelumnya ia sempat singgah beberapa waktu lamanya di Harran. Pada rentang tahun 910-920 ia kembali ke Bagdad dan di sana ia menemui Matta ibn Yunus, seorang filosof Nestorian, telah memiki reputasi yang tinggi dalam bidang filsafat dan mampu menarik minat banyak orang dalam kuliah-kuliah umumnya tentang logika Aristotelian. Segera ia bergabung menjadi murid Matta. Akan tetapi, kecemerlangan al-Farabi dengan singkat mampu mengatasi reputasi gurunya dalam bidang logika.
Pada akhir tahun 942, ia pindah ke Damaskus karena situasi politik Bagdad yang memburuk. Dia sempat tinggal di sana selama dua tahun dimana waktunya siang hari digunakan untuk bekerja sebagai penjaga kebun dan malam hari dihabiskan untuk membaca dan menulis karya-karya filsafat. Dengan alasan yang sama, ia pindah ke Mesir untuk pada akhirnya kembali lagi ke Damaskus pada tahun 949. Selama masa tinggal di Damaskus yang kedua ini al-Farabi mendapat perlindungan dari putra mahkota penguasa baru Siria, Saif al-Daulah (w. 967). Dalam perjumpaan pertamanya, Saif al-Daulah sangat terkesan dengan al-Farabi karena kemampuannya dalam bidang filsafat, bakat musiknya serta penguasaannya atas berbagai bahasa. Kehidupan sufi asketik yang dijalaninya membuatnya ia tetap berkehidupan sederhana dengan pikiran dan waktu yang tetap tercurah untuk karir filsafatnya. Akhirnya, pada bulan Desember 950, ia meninggal dunia di tempat ini (Damaskus) pada usia delapan puluh tahun.
Manusia menurut Farabi memiliki potensi untuk menerima bentuk-bentuk pengetahuan yang terpahami (ma’qulat) atau universal-universal. Potensi ini akan menjadi aktual jika ia disinari oleh Intelek Aktif. Pencerahan oleh Intelek Aktif memungkinkan transformasi serempak intelek potensial dan obyek potensial ke dalam aktualitasnya. Al-Farabi menganalogkan hubungan antara akal potensial dengan Akal Aktif seperti mata dengan matahari. Mata hanyalah kemampuan potensial untuk melihat selama dalam kegelapan, tapi dia menjadi aktual ketika menerima sinar matahari. Bukan hanya obyek-obyek indrawi saja yang bisa dilihat, tapi juga cahaya dan matahari yang menjadi sumber cahaya itu sendiri.
Di samping itu, intelek manusia sendiri memiliki apa yang disebut dengan pengetahuan primer. Pengetahuan primer ada dengan sendirinya dalam intelek manusia dan kebenarannya tidak lagi membutuhkan penalaran sebelumnya. Pengetahuan ini misalnya bahwa tiga adalah angka ganjil atau bahwa keseluruhan lebih besar dari bagiannya.
Intelek potensial yang sudah disinari akan berubah menjadi bentuk yang sama dengan pengetahuan primer yang diterimanya sebagai bentuk tersebut. Untuk menggambarkan proses ini, al-Farabi menganalogkan dengan sepotong benda yang masuk ke dalam lilin cair, benda terseut tidak hanya tercetak pada lilin, tapi ia juga merubah lilin cair tersebut menjadi sebuah citra utuh benda itu sendiri sehingga ia menjadi satu. Atau, bisa juga dianalogkan dengan sepotong kain yang masuk ke dalam zat pewarna. Perolehan aktualitas oleh akal potensial menjadi sempurna jika proses ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan primer, tapi juga dengan pengetahuan yang diupayakannya. Pada tahap ini, intelek aktual merefleksikan dirinya sendiri. Kandungan intelek aktual adalah pengetahuan murni. Intelek aktual dapat mengetahui dirinya sendiri karena ia merupakan intelek sekaligus pengetahuan itu sendiri. Ketika intelek aktual sudah sampai pada tahap ini, ia menjadi apa yang disebut al-Farabi dengan intelek perolehan atau al-aql al-mustafad atau acquired intelect.
Dengan demikian, intelek perolehan merujuk pada intelek aktual ketika mencapai tahap mampu memposisikan diri sebagai pengetahuan (self-intelligible) dan bisa melakukan proses pemahaman tanpa bantuan kekuatan lain (self-inttellective). Intelek perolehan adalah bentuk intelek manusia paling tinggi. Intelek perolehan adalah yang paling mirip dengan dengan Intelek Aktif karena keduanya memiliki kandungan yang sama. Di samping itu, akal perolehan juga tidak membutuhkan raga bagi kehidupannya dan tidak membutuhkan kekuatan fisik badani untuk aktifitas berpikirnya. (Source: Sekilas sejarah pemikiran filosof di atas dinukil dari buku Tujuh Filsuf Pembuka Pintu Gerbang Filsafat Modern, diterbitkan oleh LKiS, dikarang oleh Zainul Hamdi -warga Averroes) Written by ave · Filed Under Pemikiran Tagged: Abu Nashr, ibn Tarkhan ibn Auzalagh al-Farabi, Muhammad ibn Muhammad About these ads
Posted by Bustamam Ismail on August 1, 2008
Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh al-Farabi atau yang biasa dikenal dengan al-Farabi lahir di Wasij, sebuah dusun kecil di kota Farab, Propinsi Transoxiana, Turkestan, sekitar tahun 890. Dia berasal dari keluarga bangsawan-militer Turki.Al-Farabi melewatkan masa remajanya di Farab. Di kota yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’iyah inilah al-Farabi menerima pendidikan dasarnya. Dia digambarkan “sejak dini memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari.” Pada masa awal pendidikannya ini, al-Farabi belajar al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmetika dasar.Setelah menyelesaikan studi dasarnya,
al-Farabi pindah ke Bukhara untuk menempuh studi lanjut fiqh dan ilmu-ilmu lanjut lainnya. Pada saat itu, Bukhara merupakan ibu kota dan pusat intelektual serta religius dinasti Samaniyah yang menganggap dirinya sebagai bangsa Persia. Pada saat al-Farabi di Bukhara, Dinasti Samaniyah di bawah pemerintahan Nashr ibn Ahmad (874-892). Munculnya Dinasti ini menandai munculnya budaya Persia dalam Islam. Pada masa inilah al-Farabi mulai berkenalan dengan bahasa dan budaya serta filsafat Persia. Juga di Bukhara inilah al-Farabi pertama kali belajar tentang musik. Kepakaran al-Farabi di bidang musik dibuktikan dengan karyanya yang berjudul Kitab al-Musiqa al-Kabir atas permintaan Abu Ja’far Muhammad ibn al-Qasim, Wazir Khalifah al-Radhi tahun 936.Sebelum dia tenggelam dalam karir filsafatnya, terlebih dahulu dia menjadi seorang qadhi. Setelah melepaskan jabatan qadhinya, al-Farabi kemudian berangkat ke Merv untuk mendalami logika Aristotelian dan filsafat. Guru utama al-Farabi adalah Yuhanna ibn Hailan. Di bawah bimbingannya, al-Farabi membaca teks-teks dasar logika Aristotelian, termasuk Analitica Posteriora yang belum pernah dipelajari seorang Muslim pun sebelumnya di bawah bimbingan guru khusus. Dari fakta ini diyakini bahwa al-Farabi telah menguasai bahasa Siria dan Yunani ketika belajar kitab-kitab Aristoteles tersebut karena kitab tersebut baru diterjemah ke dalam bahasa Arab pada tahun-tahun setelah al-Farabi mempelajarinya dalam bahsa aslinya.
Setelah dari Merv, bersama gurunya ia berangkat ke Bagdad sekitar tahun 900. Pada masa kekhalifahan al-Muqtadir (908-932), bersama gurunya ia berangkat ke Konstantinopel untuk lebih memperdalam filsafat. Tapi, sebelumnya ia sempat singgah beberapa waktu lamanya di Harran. Pada rentang tahun 910-920 ia kembali ke Bagdad dan di sana ia menemui Matta ibn Yunus, seorang filosof Nestorian, telah memiki reputasi yang tinggi dalam bidang filsafat dan mampu menarik minat banyak orang dalam kuliah-kuliah umumnya tentang logika Aristotelian. Segera ia bergabung menjadi murid Matta. Akan tetapi, kecemerlangan al-Farabi dengan singkat mampu mengatasi reputasi gurunya dalam bidang logika.
Pada akhir tahun 942, ia pindah ke Damaskus karena situasi politik Bagdad yang memburuk. Dia sempat tinggal di sana selama dua tahun dimana waktunya siang hari digunakan untuk bekerja sebagai penjaga kebun dan malam hari dihabiskan untuk membaca dan menulis karya-karya filsafat. Dengan alasan yang sama, ia pindah ke Mesir untuk pada akhirnya kembali lagi ke Damaskus pada tahun 949. Selama masa tinggal di Damaskus yang kedua ini al-Farabi mendapat perlindungan dari putra mahkota penguasa baru Siria, Saif al-Daulah (w. 967). Dalam perjumpaan pertamanya, Saif al-Daulah sangat terkesan dengan al-Farabi karena kemampuannya dalam bidang filsafat, bakat musiknya serta penguasaannya atas berbagai bahasa. Kehidupan sufi asketik yang dijalaninya membuatnya ia tetap berkehidupan sederhana dengan pikiran dan waktu yang tetap tercurah untuk karir filsafatnya. Akhirnya, pada bulan Desember 950, ia meninggal dunia di tempat ini (Damaskus) pada usia delapan puluh tahun.
Manusia menurut Farabi memiliki potensi untuk menerima bentuk-bentuk pengetahuan yang terpahami (ma’qulat) atau universal-universal. Potensi ini akan menjadi aktual jika ia disinari oleh Intelek Aktif. Pencerahan oleh Intelek Aktif memungkinkan transformasi serempak intelek potensial dan obyek potensial ke dalam aktualitasnya. Al-Farabi menganalogkan hubungan antara akal potensial dengan Akal Aktif seperti mata dengan matahari. Mata hanyalah kemampuan potensial untuk melihat selama dalam kegelapan, tapi dia menjadi aktual ketika menerima sinar matahari. Bukan hanya obyek-obyek indrawi saja yang bisa dilihat, tapi juga cahaya dan matahari yang menjadi sumber cahaya itu sendiri.
Di samping itu, intelek manusia sendiri memiliki apa yang disebut dengan pengetahuan primer. Pengetahuan primer ada dengan sendirinya dalam intelek manusia dan kebenarannya tidak lagi membutuhkan penalaran sebelumnya. Pengetahuan ini misalnya bahwa tiga adalah angka ganjil atau bahwa keseluruhan lebih besar dari bagiannya.
Intelek potensial yang sudah disinari akan berubah menjadi bentuk yang sama dengan pengetahuan primer yang diterimanya sebagai bentuk tersebut. Untuk menggambarkan proses ini, al-Farabi menganalogkan dengan sepotong benda yang masuk ke dalam lilin cair, benda terseut tidak hanya tercetak pada lilin, tapi ia juga merubah lilin cair tersebut menjadi sebuah citra utuh benda itu sendiri sehingga ia menjadi satu. Atau, bisa juga dianalogkan dengan sepotong kain yang masuk ke dalam zat pewarna. Perolehan aktualitas oleh akal potensial menjadi sempurna jika proses ini tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan primer, tapi juga dengan pengetahuan yang diupayakannya. Pada tahap ini, intelek aktual merefleksikan dirinya sendiri. Kandungan intelek aktual adalah pengetahuan murni. Intelek aktual dapat mengetahui dirinya sendiri karena ia merupakan intelek sekaligus pengetahuan itu sendiri. Ketika intelek aktual sudah sampai pada tahap ini, ia menjadi apa yang disebut al-Farabi dengan intelek perolehan atau al-aql al-mustafad atau acquired intelect.
Dengan demikian, intelek perolehan merujuk pada intelek aktual ketika mencapai tahap mampu memposisikan diri sebagai pengetahuan (self-intelligible) dan bisa melakukan proses pemahaman tanpa bantuan kekuatan lain (self-inttellective). Intelek perolehan adalah bentuk intelek manusia paling tinggi. Intelek perolehan adalah yang paling mirip dengan dengan Intelek Aktif karena keduanya memiliki kandungan yang sama. Di samping itu, akal perolehan juga tidak membutuhkan raga bagi kehidupannya dan tidak membutuhkan kekuatan fisik badani untuk aktifitas berpikirnya. (Source: Sekilas sejarah pemikiran filosof di atas dinukil dari buku Tujuh Filsuf Pembuka Pintu Gerbang Filsafat Modern, diterbitkan oleh LKiS, dikarang oleh Zainul Hamdi -warga Averroes) Written by ave · Filed Under Pemikiran Tagged: Abu Nashr, ibn Tarkhan ibn Auzalagh al-Farabi, Muhammad ibn Muhammad About these ads
Jumat, 24 Mei 2013
Saat Jokowi Berhenti Berpuisi
Sebuah Opini yang diambil dari kompasiana...
Situasi yang dihadapi Jokowi saat ini, sebenarnya
pernah dihadapi orang lain. Mario Cuomo, Gubernur New York tahun
1988-1994 menghadapi resistensi yang besar ketika membentangkan visi
kampanyenya membangun kota, sementara disaat yang sama juga
didapuk-dapuk menjadi pesiden Amerika Serikat. Belajar dari itu, Jokowi
sudah berada di dalam track yang benar, seperti Cuomo bilang “You
campaign in poetry. You govern in prose. (Anda berkampanye lewat puisi,
namun memerintah dalam prosa).”
Dan zaman puisi bagi pasangan Jokowi dan Basuki sudah berakhir. Kampanye
Jakarta Baru memang selayaknya puisi bagi warga Jakarta, bahkan bagi
masyarakat Indonesia. Dayu puisi Jokowi tumbuh menjadi harapan baru
dengan differensiasinya dengan pemimpin lain. Jokowi menjanjikan
pendekatan yang berbeda, humanis, penuh alasan yang membuat seakan
semuanya dapat berhasil dengan baik. Mulai dari pembangunan MRT, Kartu
Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, dan penyiapan Jakarta menghadapi
kiriman tumpahan awan.
Namun puisi tidak bisa dibawa ke pemerintahan, karena hanya sebatas filosofi. Jika Jokowi bertahan di sebagai penyair, semuanya hanya akan ada di awang-awang dan tidak pernah menjadi kenyataan. MRT, KJS, dan KJP tidak turun dari kata-kata manis Gubenur terpilih.
Jokowi memahami hal tersebut. Itulah kenapa sedetik setelah dilantik, Jokowi mencanangkan pemerintahan yang mulai bekerja. Gebrakan-gebrakan mulai dilakukan. Janji-janji mulai diurai menjadi program-program seperti menjadikan syair yang indah menjadi sebuah realita. Saat itulah, seperti kata Cuomo, puisi telah mulai ditraik menjadi prosa, sesuatu yang jauh lebih kompleks.
Berbeda dengan puisi, prosa akan lebih panjang dan lebih lengkap, dan bukan diperankan satu orang saja. Hal inilah yang dihadapi Jokowi. Jakarta Baru yang diusung mau tidak mau menghantam hal-hal lama yang (termasuk mafia, disiplin PNS, dan gaya kepemimpinan lama) menjadi antagonis (musuh) dalam prosa tersebut. Dan ini tidak ringan, karena meski legitimate secara hukum, Jokowi tidak bisa menjadikan katanya sebagai kata rakyat untuk menghantam musuh. Masyarakat punya kepentingan sendiri yang rentan dimanfaatkan musuh, sementara masih ada 47% lebih pemilih yang tidak satu perahu, namun tetap harus diangkut. Jadi memang, dalam kebijakannya Jokowi harus mengumpulkan kembali dukungan.
Dukungan harus dimulai dari penyiapan tentara sendiri, yang harus loyal terhadapnya sebagai komando. Ini saja, Jokowi sudah mengalami banyak masalah. Kepemimpinan baru cara Jokowi-Ahok lengkap dengan warna komunikasi yang unik juga menjadi masalah. Sementara, tentara-tentara yang lama ini ada juga yang mantan musuh dan terang-terangan menentangnya. Namun pilihan telah diambil, Jokowi merasa harus memakai tentara lama, namun dengan gaya baru. Penyegaran akan berlangsung bertahap, tujuan tetap harus dikejar, pikirnya.
Misi Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Jakarta Pintar (KJP), saat ini memiliki tantangan yang besar dalam penyiapan sistem. Masyarakat berbaris di belakang menunggu hasil, sementara Jokowi-Ahok bertarung bersama “tentara lama yang masih belum selesai disegarkan” melawan pengusaha dan mafia kesehatan dan pendidikan. Pertarungan inilah yang sedang kita nikmati di media. Dimana tarik menarik sangat mungkin terjadi, dan sebagai penonton kita pasti mendukung sang aktor utama, selama ia konsisten. Namanya juga prosa.
MRT, dan normalisasi kanal dan waduk sebenarnya pun serupa. cerita-cerita prosa nya sudah mulai bergulir. Lebih parah dari KJS dan KJP, MRT dan Perwadukan akan lebih banyak mengambil interest. Ya, karena ini akan melibatkan tanah, property yang paling mahal di setiap kota. Ini babak baru yang seru untuk diperhatikan, karena kepentingan “sebagian” rakyat, pengusaha dan mafia berpadu. Perseteruan yang mungkin akan mengkorbankan banyak hal, terutama kepemimpinan. Orang akan melihat sisi lain dari Jokowi dan Ahok, dan bisa salah persepsi jika tidak mau melihat lebih dalam.
Namun ternyata, persoalan demi persoalan, konflik demi konflik tersebut tidak menjadi bintang Jokowi meredup. Jika mau jujur, lembaga survei pasti membenarkan bahwa saat ini Jokowi berada dalam jajaran teratas elektabilitas, sesuatu yang sangat susah bagi kandidat yang sudah kepincut jadi presiden meski sudah mengeluarkan ratusan milyar.
Jokowi masih sedang membangun prosanya, namun rumor dan pendapukan terhadapnya sebagai calon presiden jika tidak teredam akan segera meledak, persis seperti Mario Cuomo. Jokowi pun menjawabnya secara misterius, mirip seperti Cuomo berkata, “I said I didn’t want to run for president. I didn’t ask you to believe me. (Saya bilang saya tidak akan menjadi calon presiden. Tapi anda boleh saja tidak percaya.). HMP
penulis sipiliang
(diambil dari http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5c/Gubernur_DKI_Jokowi.jpg/220px-Gubernur_DKI_Jokowi.jpg)
Namun puisi tidak bisa dibawa ke pemerintahan, karena hanya sebatas filosofi. Jika Jokowi bertahan di sebagai penyair, semuanya hanya akan ada di awang-awang dan tidak pernah menjadi kenyataan. MRT, KJS, dan KJP tidak turun dari kata-kata manis Gubenur terpilih.
Jokowi memahami hal tersebut. Itulah kenapa sedetik setelah dilantik, Jokowi mencanangkan pemerintahan yang mulai bekerja. Gebrakan-gebrakan mulai dilakukan. Janji-janji mulai diurai menjadi program-program seperti menjadikan syair yang indah menjadi sebuah realita. Saat itulah, seperti kata Cuomo, puisi telah mulai ditraik menjadi prosa, sesuatu yang jauh lebih kompleks.
Berbeda dengan puisi, prosa akan lebih panjang dan lebih lengkap, dan bukan diperankan satu orang saja. Hal inilah yang dihadapi Jokowi. Jakarta Baru yang diusung mau tidak mau menghantam hal-hal lama yang (termasuk mafia, disiplin PNS, dan gaya kepemimpinan lama) menjadi antagonis (musuh) dalam prosa tersebut. Dan ini tidak ringan, karena meski legitimate secara hukum, Jokowi tidak bisa menjadikan katanya sebagai kata rakyat untuk menghantam musuh. Masyarakat punya kepentingan sendiri yang rentan dimanfaatkan musuh, sementara masih ada 47% lebih pemilih yang tidak satu perahu, namun tetap harus diangkut. Jadi memang, dalam kebijakannya Jokowi harus mengumpulkan kembali dukungan.
Dukungan harus dimulai dari penyiapan tentara sendiri, yang harus loyal terhadapnya sebagai komando. Ini saja, Jokowi sudah mengalami banyak masalah. Kepemimpinan baru cara Jokowi-Ahok lengkap dengan warna komunikasi yang unik juga menjadi masalah. Sementara, tentara-tentara yang lama ini ada juga yang mantan musuh dan terang-terangan menentangnya. Namun pilihan telah diambil, Jokowi merasa harus memakai tentara lama, namun dengan gaya baru. Penyegaran akan berlangsung bertahap, tujuan tetap harus dikejar, pikirnya.
Misi Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Jakarta Pintar (KJP), saat ini memiliki tantangan yang besar dalam penyiapan sistem. Masyarakat berbaris di belakang menunggu hasil, sementara Jokowi-Ahok bertarung bersama “tentara lama yang masih belum selesai disegarkan” melawan pengusaha dan mafia kesehatan dan pendidikan. Pertarungan inilah yang sedang kita nikmati di media. Dimana tarik menarik sangat mungkin terjadi, dan sebagai penonton kita pasti mendukung sang aktor utama, selama ia konsisten. Namanya juga prosa.
MRT, dan normalisasi kanal dan waduk sebenarnya pun serupa. cerita-cerita prosa nya sudah mulai bergulir. Lebih parah dari KJS dan KJP, MRT dan Perwadukan akan lebih banyak mengambil interest. Ya, karena ini akan melibatkan tanah, property yang paling mahal di setiap kota. Ini babak baru yang seru untuk diperhatikan, karena kepentingan “sebagian” rakyat, pengusaha dan mafia berpadu. Perseteruan yang mungkin akan mengkorbankan banyak hal, terutama kepemimpinan. Orang akan melihat sisi lain dari Jokowi dan Ahok, dan bisa salah persepsi jika tidak mau melihat lebih dalam.
Namun ternyata, persoalan demi persoalan, konflik demi konflik tersebut tidak menjadi bintang Jokowi meredup. Jika mau jujur, lembaga survei pasti membenarkan bahwa saat ini Jokowi berada dalam jajaran teratas elektabilitas, sesuatu yang sangat susah bagi kandidat yang sudah kepincut jadi presiden meski sudah mengeluarkan ratusan milyar.
Jokowi masih sedang membangun prosanya, namun rumor dan pendapukan terhadapnya sebagai calon presiden jika tidak teredam akan segera meledak, persis seperti Mario Cuomo. Jokowi pun menjawabnya secara misterius, mirip seperti Cuomo berkata, “I said I didn’t want to run for president. I didn’t ask you to believe me. (Saya bilang saya tidak akan menjadi calon presiden. Tapi anda boleh saja tidak percaya.). HMP
penulis sipiliang
Selasa, 21 Mei 2013
Jahe Bisa Bantu Pasien Asma Lebih Lega Saat Bernapas
Jakarta, Jahe adalah salah satu bumbu dapur yang
terkenal dengan khasiat menghangatkan. Nah, baru-baru ini penelitian
menemukan dengan menambahkan jahe untuk obat asma dapat membuat
penderitanya lebih efektif untuk bernapas.
Dikutip dari Dailymail, Rabu (22/5/2013) para ilmuwan menemukan bahwa komponen akar yang pedas ini berinteraksi dengan obat yang disebut beta-agonis yang dapat melegakan saluran pernafasan.
Nah, dengan menambahkan jahe untuk obat dapat meningkatkan relaksasi Airway Smooth Muscle (ASM) atau otot saluran pernafasan dan hal ini telah diuji di laboratorium. "Senyawa ini dapat memberikan bantuan tambahan pada gejala asma bila digunakan dalam kombinasi dengan beta-agonis," kata dr Elizabeth Townsend, pemimpin peneliti dari Universitas Columbia di Amerika Serikat.
"Dengan memahami mekanisme di mana senyawa jahe mempengaruhi jalan napas, kita bisa mengeksplorasi penggunaan terapi ini dalam mengurangi gejala asma," tambahnya.
Serangan asma terjadi ketika saluran bronkial yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru menjadi ketat dan sempit. Sehingga dengan memberikan relaksasi pada otot-otot saluran napas, beta-agonis membantu untuk membuka saluran udara yang memungkinkan penderita untuk bernapas.
Pertama-tama, para ilmuwan mengambil sampel jaringan ASM manusia dan membuat mereka berkontraksi dengan cara membukanya ke sinyal saraf asetilkolin kimia. Kemudian, sampel tersebut diberi perlakuan pada isoproterenol beta-agonis yang dicampur dengan tiga komponen terpisah jahe - 6-gingerol, 8-gingerol atau 6-shogaol.
Dari tiga, 6-shogaol tampak yang paling efektif dalam meningkatkan efek relaksasi dari beta-agonis. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa ketiga senyawa jahe ditekan sebuah enzim yang terkait dengan gejala asma.
Selain itu, 6-shogaol filamen protein terlarut diketahui berperan dalam konstriksi tabung bronkial. Penemuan ini dipresentasikan pada American Thoracic Society 2013 konferensi di Philadelphia.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa komponen jahe yang dimurnikan dapat bekerja secara sinergis dengan beta-agonis untuk memberikan rasa rileks pada ASM," ucap Elizabeth.
Jadi, jika Anda penderita asma, cobalah untuk menambahkan jahe pada makanan atau minuman untuk menjaga kelegaan ketika bernafas.
Jahe Bisa Bantu Pasien Asma Lebih Lega Saat Bernapas.
sumber : Detikhealth
Dikutip dari Dailymail, Rabu (22/5/2013) para ilmuwan menemukan bahwa komponen akar yang pedas ini berinteraksi dengan obat yang disebut beta-agonis yang dapat melegakan saluran pernafasan.
Nah, dengan menambahkan jahe untuk obat dapat meningkatkan relaksasi Airway Smooth Muscle (ASM) atau otot saluran pernafasan dan hal ini telah diuji di laboratorium. "Senyawa ini dapat memberikan bantuan tambahan pada gejala asma bila digunakan dalam kombinasi dengan beta-agonis," kata dr Elizabeth Townsend, pemimpin peneliti dari Universitas Columbia di Amerika Serikat.
"Dengan memahami mekanisme di mana senyawa jahe mempengaruhi jalan napas, kita bisa mengeksplorasi penggunaan terapi ini dalam mengurangi gejala asma," tambahnya.
Serangan asma terjadi ketika saluran bronkial yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru menjadi ketat dan sempit. Sehingga dengan memberikan relaksasi pada otot-otot saluran napas, beta-agonis membantu untuk membuka saluran udara yang memungkinkan penderita untuk bernapas.
Pertama-tama, para ilmuwan mengambil sampel jaringan ASM manusia dan membuat mereka berkontraksi dengan cara membukanya ke sinyal saraf asetilkolin kimia. Kemudian, sampel tersebut diberi perlakuan pada isoproterenol beta-agonis yang dicampur dengan tiga komponen terpisah jahe - 6-gingerol, 8-gingerol atau 6-shogaol.
Dari tiga, 6-shogaol tampak yang paling efektif dalam meningkatkan efek relaksasi dari beta-agonis. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa ketiga senyawa jahe ditekan sebuah enzim yang terkait dengan gejala asma.
Selain itu, 6-shogaol filamen protein terlarut diketahui berperan dalam konstriksi tabung bronkial. Penemuan ini dipresentasikan pada American Thoracic Society 2013 konferensi di Philadelphia.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa komponen jahe yang dimurnikan dapat bekerja secara sinergis dengan beta-agonis untuk memberikan rasa rileks pada ASM," ucap Elizabeth.
Jadi, jika Anda penderita asma, cobalah untuk menambahkan jahe pada makanan atau minuman untuk menjaga kelegaan ketika bernafas.
Jahe Bisa Bantu Pasien Asma Lebih Lega Saat Bernapas.
sumber : Detikhealth
Enam Jenis Obat Berbahaya Yang diresepkan Oleh Dokter
Jakarta -
Walau diresepkan oleh dokter, obat tak selamanya aman digunakan. Ada
banyak obat resep yang populer, tapi ternyata memiliki efek sampuing
serius, mulai dari mual dan sakit kepala, hingga peradangan kronis dan
penyakit jantung.
Seringkali informasi ini disembunyikan perusahaan obat dari masyarakat awam dengan menjelaskan bahwa khasiat obat lebih besar ketimbang efek sampingnya. Untuk itu, sebaiknya konsumen lebih jeli dalam mengkonsumsi obat dengan berkonsultasi kepada dokter atau apoteker.
berikut adalah 6 jenis obat yang sebaiknya diwaspadai:
Seringkali informasi ini disembunyikan perusahaan obat dari masyarakat awam dengan menjelaskan bahwa khasiat obat lebih besar ketimbang efek sampingnya. Untuk itu, sebaiknya konsumen lebih jeli dalam mengkonsumsi obat dengan berkonsultasi kepada dokter atau apoteker.
berikut adalah 6 jenis obat yang sebaiknya diwaspadai:
1. Proton pump inhibitor (PPI)
Jutaan orang di AS meminum PPI untuk meringankan gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya kembali makanan dan asam dari lambung ke kerongkongan.
Sayangnya, obat jenis ini seperti Nexium (exomeprazole) dan Prevacid (lansoprazole), telah terbukti menghambat penyerapan gizi dan produksi asam lambung yang diperlukan tubuh. Konsumsi jangka panjang ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko pneumonia dan kenaikan berat badan yang tak sehat.
Jutaan orang di AS meminum PPI untuk meringankan gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya kembali makanan dan asam dari lambung ke kerongkongan.
Sayangnya, obat jenis ini seperti Nexium (exomeprazole) dan Prevacid (lansoprazole), telah terbukti menghambat penyerapan gizi dan produksi asam lambung yang diperlukan tubuh. Konsumsi jangka panjang ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko pneumonia dan kenaikan berat badan yang tak sehat.
2. Statin
Statin dipuji sebagai obat ajaib untuk mengatasi kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Namun jenis statin yang populer seperti Lipitor (atorvastatin calcium) dan Crestor (rosuvastatin kalsium) terbukti sangat meningkatkan risiko diabetes, penyakit hati, kerusakan otak, atrofi otot dan bahkan kematian dini.
Efek samping dari obat ini sangat parah. Sudah ada banyak studi yang menunjukkan bahwa mengonsumsi statin hanya sedikit dampaknya dalam mencegah serangan jantung atau stroke. Artinya, obat ini secara medis kurang berguna bagi jutaan orang yang sudah diresepkan.
Statin dipuji sebagai obat ajaib untuk mengatasi kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Namun jenis statin yang populer seperti Lipitor (atorvastatin calcium) dan Crestor (rosuvastatin kalsium) terbukti sangat meningkatkan risiko diabetes, penyakit hati, kerusakan otak, atrofi otot dan bahkan kematian dini.
Efek samping dari obat ini sangat parah. Sudah ada banyak studi yang menunjukkan bahwa mengonsumsi statin hanya sedikit dampaknya dalam mencegah serangan jantung atau stroke. Artinya, obat ini secara medis kurang berguna bagi jutaan orang yang sudah diresepkan.
3. Antibiotik
Obat ini merupakan penyebab bakteri menjadi kebal terhadap perngobatan. Pemberian antibiotik dalam jumlah banyak seringkali tidak berpengaruh terhadap penyakit. Penyalahgunaannya untuk jangka panjang telah membuat infeksi menjadi lebih mematikan dan tak dapat diobati.
Di AS ada 3 jenis antibiotik berbahaya yang paling sering diresepkan, yaitu Levaquin (levofloksasin), Vancocin (vankomisin hidroklorida) dan Bactrim (trimetoprim dan sulfametoksazol). Antibiotik seperti Cipro (ciprofloxacin), Avelox (moksifloksasin HCL), dan Floxin (ofloksasin) dapat menyebabkan kecacatan berat hingga permanen.
Obat ini merupakan penyebab bakteri menjadi kebal terhadap perngobatan. Pemberian antibiotik dalam jumlah banyak seringkali tidak berpengaruh terhadap penyakit. Penyalahgunaannya untuk jangka panjang telah membuat infeksi menjadi lebih mematikan dan tak dapat diobati.
Di AS ada 3 jenis antibiotik berbahaya yang paling sering diresepkan, yaitu Levaquin (levofloksasin), Vancocin (vankomisin hidroklorida) dan Bactrim (trimetoprim dan sulfametoksazol). Antibiotik seperti Cipro (ciprofloxacin), Avelox (moksifloksasin HCL), dan Floxin (ofloksasin) dapat menyebabkan kecacatan berat hingga permanen.
4. Antipsikotik
Antipsikotik umumnya diresepkan untuk kondisi seperti skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi berat. Tetapi obat antipsikotik populer seperti Seroquel (quetiapine fumarat), Abilify (aripiprazole), Risperdal (risperidone) dan Zyprexa (olanzapine) telah terbukti meningkatkan kadar gula darah, lemak dan kolesterol, serta memicu kenaikan berat badan.
Yang lebih memprihatinkan adalah kerusakan saraf dan otak untuk jangka panjang. Beberapa pasien juga mengalami sindrom metabolik yang dapat mencakup penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes.
Antipsikotik umumnya diresepkan untuk kondisi seperti skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi berat. Tetapi obat antipsikotik populer seperti Seroquel (quetiapine fumarat), Abilify (aripiprazole), Risperdal (risperidone) dan Zyprexa (olanzapine) telah terbukti meningkatkan kadar gula darah, lemak dan kolesterol, serta memicu kenaikan berat badan.
Yang lebih memprihatinkan adalah kerusakan saraf dan otak untuk jangka panjang. Beberapa pasien juga mengalami sindrom metabolik yang dapat mencakup penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes.
5. Opioid penghilang rasa sakit
Obat ini secara resmi telah dinyatakan sebagai penyebab utama kematian di Amerika saat ini. Beberapa yang dianggap berbahaya adalah yang berasal dari oioid seperti Vicodin (hydrocodone bitartrate dan acetaminophen), OxyContin (oksikodon HCI), Percocet (oksikodon dan acetaminophen), kodein dan morfin.
Menurut sebuah studi dari Brandeis University di Massachusetts, resep obat penghilang rasa sakit bertanggung jawab menyebabkan overdosis lebih fatal dari gabungan heroin dan kokain.
Obat ini secara resmi telah dinyatakan sebagai penyebab utama kematian di Amerika saat ini. Beberapa yang dianggap berbahaya adalah yang berasal dari oioid seperti Vicodin (hydrocodone bitartrate dan acetaminophen), OxyContin (oksikodon HCI), Percocet (oksikodon dan acetaminophen), kodein dan morfin.
Menurut sebuah studi dari Brandeis University di Massachusetts, resep obat penghilang rasa sakit bertanggung jawab menyebabkan overdosis lebih fatal dari gabungan heroin dan kokain.
6. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
Antidepresan seperti Prozac (fluoxetine), Zoloft (sertraline), Paxil (paroxetine), dan Lexapro (escitalopram) telah ada selama bertahun-tahun, tapi risiko penggunaannya sangat jarang disorot. Efek sampingnya dapat berupa kecenderungan bunuh diri, disfungsi seksual, perdarahan gastrointestinal dan penyakit jantung.
Dalam beberapa kasus, SSRI sebenarnya dapat membuat gejala depresi semakin parah, menyebabkan peminumnya jadi lebih mudah terlibat kekerasan.
Antidepresan seperti Prozac (fluoxetine), Zoloft (sertraline), Paxil (paroxetine), dan Lexapro (escitalopram) telah ada selama bertahun-tahun, tapi risiko penggunaannya sangat jarang disorot. Efek sampingnya dapat berupa kecenderungan bunuh diri, disfungsi seksual, perdarahan gastrointestinal dan penyakit jantung.
Dalam beberapa kasus, SSRI sebenarnya dapat membuat gejala depresi semakin parah, menyebabkan peminumnya jadi lebih mudah terlibat kekerasan.
sumber : detikhealth
Jumat, 26 April 2013
Pencurian Kebudayaan
mau share sedikit hasil bincang-bincang semalem dengan tetangga
kontrakan orang makasar, dia yang biasa saya panggil om dia sebagai lawyer dan juga dosen disalah satu kampus swasta jakarta barat. Dia bercerita
kebudayaan bugis tentang manuskrip-manuskrip peninggalan nenek moyang
orang bugis yang sekarang manuskrip tersebut berada di museum belanda,
aneh yaa itu peningalan sejarah bangsa kita kenapa bukan kita yang
menjaganya di museum negeri kita sendiri tapi malah berada di museum
negara lain dan klo orang-orang bugis mau mempelajari manuskrip tersebut
harus datang ke negeri kincir angin tersebut...
masih menurut penuturan si om ada juga orang amerika yang mempelajari kebudayaan pelaut bugis bagaimana mereka menciptakan kapal laut dan orang amerika tersebut belajar membuat miniatur kapal laut yang dulu biasa dipake orang bugis buat melaut, dan orang amerika tersebut juga sudah memamerkan hasil kebudayaan orang bugis yang dia pelajari di amerika si orang amerika ini waktu memamerkan pun dia berpakaian ala orang bugis...
lalu saya bertanya kenapa orang amerika tersebut sangat antusias untuk mempelajari kebudayaan bangsa kita dari bugis bahkan dia sampe memamerkan di amerika, si om menjawab orang amerika mempunyai maksud bahwa kelak ketika orang-orang bugis ingin mempelajari sejarah nenek moyangnya mereka harus pergi ke amerika sama seperti halnya manuskrip yang tersimpan di belanda karena orang amerika tahu bahwa kita acuh sama kebudayaan kita sendiri...
si om lalu melanjutkan malaysia pun sekarang sudah mulai mempelajari kebudayaan nenek moyang kita dan sebagian sudah disimpan di museum mereka, seperti inilah orang indonesia, kita yang mempunyai kebudayaan acuh tapi ketika kebudayaan tersebut kia marah-marah...
dalam hati saya berkata itu hanya sebagian kecil kebudayaan kita, kebudayaan kita itu beragam dari sabang sampai merauke, betapa meruginya saya yang tak menjaga kebudayaan saya.
masih menurut penuturan si om ada juga orang amerika yang mempelajari kebudayaan pelaut bugis bagaimana mereka menciptakan kapal laut dan orang amerika tersebut belajar membuat miniatur kapal laut yang dulu biasa dipake orang bugis buat melaut, dan orang amerika tersebut juga sudah memamerkan hasil kebudayaan orang bugis yang dia pelajari di amerika si orang amerika ini waktu memamerkan pun dia berpakaian ala orang bugis...
lalu saya bertanya kenapa orang amerika tersebut sangat antusias untuk mempelajari kebudayaan bangsa kita dari bugis bahkan dia sampe memamerkan di amerika, si om menjawab orang amerika mempunyai maksud bahwa kelak ketika orang-orang bugis ingin mempelajari sejarah nenek moyangnya mereka harus pergi ke amerika sama seperti halnya manuskrip yang tersimpan di belanda karena orang amerika tahu bahwa kita acuh sama kebudayaan kita sendiri...
si om lalu melanjutkan malaysia pun sekarang sudah mulai mempelajari kebudayaan nenek moyang kita dan sebagian sudah disimpan di museum mereka, seperti inilah orang indonesia, kita yang mempunyai kebudayaan acuh tapi ketika kebudayaan tersebut kia marah-marah...
dalam hati saya berkata itu hanya sebagian kecil kebudayaan kita, kebudayaan kita itu beragam dari sabang sampai merauke, betapa meruginya saya yang tak menjaga kebudayaan saya.
Senin, 22 April 2013
Ibu
Ibu - Iwan Fals
Ribuan kilo jalan yang kau tempuhLewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...
Ibu
Ibu
Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...
Ibu
Ibu
Ibu wanita pilihan yang diciptakan oleh Allah untuk mengurus rumah tangga yang isinya Ayah serta aku dan kakak adiku :D
Ibu wanita yang tegar dalam menghadapi hidup, pujian dan cacian sanggup ia lewati demi menghidupi keluargaku
Ibu dari dulu hingga sekarang kau masih saja mengurusi anakmu meskipun sebagian sudah berkeluarga, kau yang selalu khawatir terhadapku seperti aku masih anak kecil saja tapi itulah dirimu Ibu...
memang benar kasihmu seperti udara, lalu dengan apa aku membalas??
semoga kelak istriku mempunyai jiwa yang sepertimu Ibu, amiinn :D
Ujian Nasional?? Siapa Takut!!!
Pagiiiiii.....
Jam menunjukan pukul 1 .20 wib mata belum juga terkantuk, bingung sih mau nulis apa banyak banget yang ada dipikiran, Ujian Nasioal, Bomb Boston, Eyang Subur dll...
coba yang ringan aja yaaa cerita mengenang masa lalu tepatnya Ujian Nasional hehehe
saya tidak tahu bedanya Ujian Nasional pada jaman sekolan kemaren2 dengan yang sekarang, seingat saya sih pada masa kelulusan SMU kemaren lulusan saya yang pertama menerapkan sistem seperti sekarang yaitu lulus dengan nilai Ujian Nasional Bukan lulus berdasarkan nilai sekolah...
Lalu apa yang ditakutkan dalam menghadapi Ujian Nasional sampe2 ada yang ngadain acara pengajian2 minta ampunan dosa (kalo engga salah), dalam hati saya bertanya mau pada Ujian Nasional apa pada meninggal sih?hehehe
Menghadapi Ujian Nasional itu yang terpenting jangan gugup, untuk supaya tidak gugup bagaimana?ya dengan belajar, klo sudah belajar kan pasti udah siap dan jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan semoga diberi kelancaran dalam usaha mengerjakan soal Ujian Nasional...
Saya mau share sedikit nih, sebenernya saya menyukai penilaian Ujian Nasional seperti jaman saya Lulus SMU kemaren, kenapa?karena itu atas hasil usaha sendiri tanpa ada campur tangan guru sekolah, kebanggaanya melebihi atas nilai sekolah yang sudah didapat selama tiga tahun...
Waktu jaman SMP dulu saya lulus msh ada campur tangan guru sekolah, lagian tidak ada target batasan nilai kelulusan klo pas jaman SMU ada target jadi klo bs melebihi target nilai tersebut kita dpede setidaknya kita bisa melampaui apa yang sudah ditetapkan...
Dan waktu jaman SMP dulu saya sempet frustasi sek olah bukan apa-apa, karena saya merasa saya masuk sekolah favorit di kampung saya, saya fikir bisa berkompetisi secara fair untuk mendapatkan nilai guna kenaikan kelas tapi nyatanya banyak yang cuma modal rajin dan pendiam mereka naik kelas dan lulus pula
Jaman SMU berbeda dengan jaman SMP karena saya lebih memilih swasta daripada sekolah favorit sperti pada waktu SMP, saya ingat waktu pertama kali kepala sekolah memberikan pidato sambutan kepada anak didik barunya, kata-katanya saya masih inget "saya tidak butuh murid pendiam tapi bodoh, yang saya butuhkan adalah murid terpelajar bandel tidak masalah, sekolah disini tidak masalah kalian mau rambut gondrong tempat merokok juga ada di kantin jadi kalian tidak usah membolos hanya karena ingin merokok" semua siswa baru tertawa hahahaha dalam hati saya cuma bisa bilang kayaknya saya tidak salah pilih sekolah, disinilah sekolah yang saya idam-idamkan hehehe...dan memang kompetisi secara fair benar adanya yang pinter masuk kelas unggulan dan yang biasa masuk kelas non unggulan untuk bisa masuk kelas unggulan syaratnya harus peringkat 5 besar dikelas msing-masing, saya sendiri tidaklah pintar tapi alhamdulillah bisa masuk kelas unggulan :D
Untuk adik-adikku Ujian bukanlah untuk ditakuti tapi dihadapi, seseorang itu perlu diuji untuk mengetahui tingkat kematangan dalam berpikir dan ingatlah semakin tinggi kita Ujian semakin berat pula...
Jam menunjukan pukul 1 .20 wib mata belum juga terkantuk, bingung sih mau nulis apa banyak banget yang ada dipikiran, Ujian Nasioal, Bomb Boston, Eyang Subur dll...
coba yang ringan aja yaaa cerita mengenang masa lalu tepatnya Ujian Nasional hehehe
saya tidak tahu bedanya Ujian Nasional pada jaman sekolan kemaren2 dengan yang sekarang, seingat saya sih pada masa kelulusan SMU kemaren lulusan saya yang pertama menerapkan sistem seperti sekarang yaitu lulus dengan nilai Ujian Nasional Bukan lulus berdasarkan nilai sekolah...
Lalu apa yang ditakutkan dalam menghadapi Ujian Nasional sampe2 ada yang ngadain acara pengajian2 minta ampunan dosa (kalo engga salah), dalam hati saya bertanya mau pada Ujian Nasional apa pada meninggal sih?hehehe
Menghadapi Ujian Nasional itu yang terpenting jangan gugup, untuk supaya tidak gugup bagaimana?ya dengan belajar, klo sudah belajar kan pasti udah siap dan jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan semoga diberi kelancaran dalam usaha mengerjakan soal Ujian Nasional...
Saya mau share sedikit nih, sebenernya saya menyukai penilaian Ujian Nasional seperti jaman saya Lulus SMU kemaren, kenapa?karena itu atas hasil usaha sendiri tanpa ada campur tangan guru sekolah, kebanggaanya melebihi atas nilai sekolah yang sudah didapat selama tiga tahun...
Waktu jaman SMP dulu saya lulus msh ada campur tangan guru sekolah, lagian tidak ada target batasan nilai kelulusan klo pas jaman SMU ada target jadi klo bs melebihi target nilai tersebut kita dpede setidaknya kita bisa melampaui apa yang sudah ditetapkan...
Dan waktu jaman SMP dulu saya sempet frustasi sek olah bukan apa-apa, karena saya merasa saya masuk sekolah favorit di kampung saya, saya fikir bisa berkompetisi secara fair untuk mendapatkan nilai guna kenaikan kelas tapi nyatanya banyak yang cuma modal rajin dan pendiam mereka naik kelas dan lulus pula
Jaman SMU berbeda dengan jaman SMP karena saya lebih memilih swasta daripada sekolah favorit sperti pada waktu SMP, saya ingat waktu pertama kali kepala sekolah memberikan pidato sambutan kepada anak didik barunya, kata-katanya saya masih inget "saya tidak butuh murid pendiam tapi bodoh, yang saya butuhkan adalah murid terpelajar bandel tidak masalah, sekolah disini tidak masalah kalian mau rambut gondrong tempat merokok juga ada di kantin jadi kalian tidak usah membolos hanya karena ingin merokok" semua siswa baru tertawa hahahaha dalam hati saya cuma bisa bilang kayaknya saya tidak salah pilih sekolah, disinilah sekolah yang saya idam-idamkan hehehe...dan memang kompetisi secara fair benar adanya yang pinter masuk kelas unggulan dan yang biasa masuk kelas non unggulan untuk bisa masuk kelas unggulan syaratnya harus peringkat 5 besar dikelas msing-masing, saya sendiri tidaklah pintar tapi alhamdulillah bisa masuk kelas unggulan :D
Untuk adik-adikku Ujian bukanlah untuk ditakuti tapi dihadapi, seseorang itu perlu diuji untuk mengetahui tingkat kematangan dalam berpikir dan ingatlah semakin tinggi kita Ujian semakin berat pula...
Senin, 08 April 2013
SHE WALKS IN BEAUTY by: George Gordon (Lord) Byron (1788-1824)
berbagi sajak dari lord byron, orangnya boleh mati meninggalkan kita namun sajak-sajaknya tetap hidup sampai sekarang :)
SHE WALKS IN BEAUTY
by: George Gordon (Lord) Byron (1788-1824)
She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that's best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes:
Thus mellow'd to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.
One shade the more, one ray the less,
Had half impair'd the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o'er her face;
Where thoughts serenely sweet express
How pure, how dear their dwelling-place.
And on that cheek, and o'er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent!
SHE WALKS IN BEAUTY
by: George Gordon (Lord) Byron (1788-1824)
She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that's best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes:
Thus mellow'd to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.
One shade the more, one ray the less,
Had half impair'd the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o'er her face;
Where thoughts serenely sweet express
How pure, how dear their dwelling-place.
And on that cheek, and o'er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent!
WOMEN by: Cristóbal de Castillejo (1491-1556)
Wanita, Dialah yang melahirkan kita dengan nama ibu, Dialah yang menjadi
belahan jiwa kita dengan nama istri...apapun namanya sulit membayangkan
hidup ini tanpa kehadiran mereka, sajak berikut ini hanya secuil rasa
kekaguman terhadap manusia yang dinamakan wanita :)
WOMEN
by: Cristóbal de Castillejo (1491-1556)
HOW dreary and how lone
The world would appear
If women were none! '
Twould be like a fair,
With neither fun nor business there.
Without their smile
Life would be tasteless, vain, and vile;
A chaos of perplexity,
A body without soul 'twould be;
A roving spirit borne Upon the winds forlorn;
A tree without or flowers or fruit,
A reason with no resting place,
A castle with no governor to it,
A house without a base.
What are we? What our race?
How good for nothing and base
Without fair woman to aid us
What could we do? Where should we go?
How should we wander in night and woe,
But for woman to lead us?
How could we love if woman were not?
Love--the brightest part of our lot;
Love--the only charm of living;
Love--the only gift worth giving?
Who would take charge of your house, say who?
Kitchen, and dairy, and money-chest?
Who but the women, who guard them best;
Guard and adorn them too?
Who like them has a constant smile,
Full of peace, as meekness full,
When life's edge is blunt and dull,
And sorrow, and sin, in frowning file,
Stand by the path in which we go
Down to the grave through wasting woe?
All that is good is theirs, is theirs
All we give and all we get;
And if a beam of glory yet
Over the gloomy earth appears,
O, 'tis theirs! O, 'tis theirs,--
They are the guard, -- the soul, -- the seal
Of human hope and human weal;
They, -- they, -- none but they!
Woman, -- sweet woman, -- let none say nay!
WOMEN
by: Cristóbal de Castillejo (1491-1556)
HOW dreary and how lone
The world would appear
If women were none! '
Twould be like a fair,
With neither fun nor business there.
Without their smile
Life would be tasteless, vain, and vile;
A chaos of perplexity,
A body without soul 'twould be;
A roving spirit borne Upon the winds forlorn;
A tree without or flowers or fruit,
A reason with no resting place,
A castle with no governor to it,
A house without a base.
What are we? What our race?
How good for nothing and base
Without fair woman to aid us
What could we do? Where should we go?
How should we wander in night and woe,
But for woman to lead us?
How could we love if woman were not?
Love--the brightest part of our lot;
Love--the only charm of living;
Love--the only gift worth giving?
Who would take charge of your house, say who?
Kitchen, and dairy, and money-chest?
Who but the women, who guard them best;
Guard and adorn them too?
Who like them has a constant smile,
Full of peace, as meekness full,
When life's edge is blunt and dull,
And sorrow, and sin, in frowning file,
Stand by the path in which we go
Down to the grave through wasting woe?
All that is good is theirs, is theirs
All we give and all we get;
And if a beam of glory yet
Over the gloomy earth appears,
O, 'tis theirs! O, 'tis theirs,--
They are the guard, -- the soul, -- the seal
Of human hope and human weal;
They, -- they, -- none but they!
Woman, -- sweet woman, -- let none say nay!
Minggu, 13 Januari 2013
Surat Cinta Buat Bapaku Di surga
Ayah :( the mercys
Dimana, akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyayi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..
Lihatlah, hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..

lagi teringat akan pelajaran yang dulu bapa berikan padaku, aku juga teringat beberapa tahun lalu ketika bapa datang di mimpiku beliau mengingatkanku akan sholat dan memang waktu itu aku lagi gelisah atau sekarang orang nyebutnya galau. dan kayanknya itu mimpi terkahir ketemu bapa karena sampe saat ini belum ketemu lagi di mimpi..Jika Engkau masih ada, aku akan bilang aku minta maaf karena aku belum bisa membuat bapa bangga. dan aku akan selalu ingat dan aku kerjakan semua yang pernah bapa ajarkan kepadaku..semoga kelak kita bisa ketemu lagi yak pa?aku selalu merindukanmu dan menyanyangimu, semoga bapa tenang di surga :'(
Dimana, akan ku cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku slalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyayi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..
Lihatlah, hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata
Di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam
Mimpi..
lagi teringat akan pelajaran yang dulu bapa berikan padaku, aku juga teringat beberapa tahun lalu ketika bapa datang di mimpiku beliau mengingatkanku akan sholat dan memang waktu itu aku lagi gelisah atau sekarang orang nyebutnya galau. dan kayanknya itu mimpi terkahir ketemu bapa karena sampe saat ini belum ketemu lagi di mimpi..Jika Engkau masih ada, aku akan bilang aku minta maaf karena aku belum bisa membuat bapa bangga. dan aku akan selalu ingat dan aku kerjakan semua yang pernah bapa ajarkan kepadaku..semoga kelak kita bisa ketemu lagi yak pa?aku selalu merindukanmu dan menyanyangimu, semoga bapa tenang di surga :'(
Kekuasaan dan Wanita
kekuasaan berasal dari kata dasar kuasa yg mendapat awalan ke dan akhiran an, kuasa artinya kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu). setiap orang di wajibkan untuk bisa berkuasa atas dirinya sendiri di alam semesta ini, tapi tak setiap orang mampu mengendalikan kekuasaan yang di berikan kepadanya.
banyak orang ketika berkuasa mereka lalai, lalai terhadap fitrah yang ada pada dirinya. mereka terlalu ambisius terhadap semua hal, mungkin karena mereka berpikir semua tunduk padanya sehingga banyak dari mereka yang arogan. namun tidak sedikit pula orang yang mampu mengendalikan kekuasaan yg ada pada dirinya ketika berkuasa.
kekuasaan tak pernah lepas dari peranan wanita, mereka inilah yang mampu membuat seseorang bisa mencapai titik puncak kekuasaan dan mereka pulalah yang bisa menghancurkan kekuasaan tersebut. seorang lelaki yang mencapai titik puncak kekuasaan mereka itu selalu di temani wanita setia dan mantan yang menyesal. ketika seorang lelaki berkuasa mereka banyak di kelilingi wanita, inilah ujian terberat bagi lelaki. banyak dari mereka yang terperosok.
kekuasaan dan wanita ini memang tak bisa di lepaskan dimana ada kekuasaan disitu ada wanita, entah itu sebagai wanita yang ikut membangun kekuasaan dengan lelaki tersebut, atau wanita yang menyesali lelaki tersebut karena telah meninggalkannya ktika belum menjadi apa2, atau wanita yang menghacnurkan kekuasaan tersebut.
so untuk para wanita, anda memilih yang mana?? :)
banyak orang ketika berkuasa mereka lalai, lalai terhadap fitrah yang ada pada dirinya. mereka terlalu ambisius terhadap semua hal, mungkin karena mereka berpikir semua tunduk padanya sehingga banyak dari mereka yang arogan. namun tidak sedikit pula orang yang mampu mengendalikan kekuasaan yg ada pada dirinya ketika berkuasa.
kekuasaan tak pernah lepas dari peranan wanita, mereka inilah yang mampu membuat seseorang bisa mencapai titik puncak kekuasaan dan mereka pulalah yang bisa menghancurkan kekuasaan tersebut. seorang lelaki yang mencapai titik puncak kekuasaan mereka itu selalu di temani wanita setia dan mantan yang menyesal. ketika seorang lelaki berkuasa mereka banyak di kelilingi wanita, inilah ujian terberat bagi lelaki. banyak dari mereka yang terperosok.
kekuasaan dan wanita ini memang tak bisa di lepaskan dimana ada kekuasaan disitu ada wanita, entah itu sebagai wanita yang ikut membangun kekuasaan dengan lelaki tersebut, atau wanita yang menyesali lelaki tersebut karena telah meninggalkannya ktika belum menjadi apa2, atau wanita yang menghacnurkan kekuasaan tersebut.
so untuk para wanita, anda memilih yang mana?? :)
Langganan:
Postingan (Atom)