mau share sedikit hasil bincang-bincang semalem dengan tetangga
kontrakan orang makasar, dia yang biasa saya panggil om dia sebagai lawyer dan juga dosen disalah satu kampus swasta jakarta barat. Dia bercerita
kebudayaan bugis tentang manuskrip-manuskrip peninggalan nenek moyang
orang bugis yang sekarang manuskrip tersebut berada di museum belanda,
aneh yaa itu peningalan sejarah bangsa kita kenapa bukan kita yang
menjaganya di museum negeri kita sendiri tapi malah berada di museum
negara lain dan klo orang-orang bugis mau mempelajari manuskrip tersebut
harus datang ke negeri kincir angin tersebut...
masih menurut
penuturan si om ada juga orang amerika yang mempelajari kebudayaan
pelaut bugis bagaimana mereka menciptakan kapal laut dan orang amerika
tersebut belajar membuat miniatur kapal laut yang dulu biasa dipake
orang bugis buat melaut, dan orang amerika tersebut juga sudah
memamerkan hasil kebudayaan orang bugis yang dia pelajari di amerika si
orang amerika ini waktu memamerkan pun dia berpakaian ala orang bugis...
lalu
saya bertanya kenapa orang amerika tersebut sangat antusias untuk
mempelajari kebudayaan bangsa kita dari bugis bahkan dia sampe
memamerkan di amerika, si om menjawab orang amerika mempunyai maksud
bahwa kelak ketika orang-orang bugis ingin mempelajari sejarah nenek
moyangnya mereka harus pergi ke amerika sama seperti halnya manuskrip
yang tersimpan di belanda karena orang amerika tahu bahwa kita acuh sama
kebudayaan kita sendiri...
si om lalu melanjutkan malaysia pun
sekarang sudah mulai mempelajari kebudayaan nenek moyang kita dan
sebagian sudah disimpan di museum mereka, seperti inilah orang
indonesia, kita yang mempunyai kebudayaan acuh tapi ketika kebudayaan
tersebut kia marah-marah...
dalam hati saya berkata itu hanya sebagian kecil kebudayaan kita, kebudayaan kita itu beragam dari sabang sampai merauke, betapa meruginya saya yang tak menjaga kebudayaan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar