Jumat, 26 April 2013

Pencurian Kebudayaan

mau share sedikit hasil bincang-bincang semalem dengan tetangga kontrakan orang makasar, dia yang biasa saya panggil om dia sebagai lawyer dan juga dosen disalah satu kampus swasta jakarta barat. Dia bercerita kebudayaan bugis tentang manuskrip-manuskrip peninggalan nenek moyang orang bugis yang sekarang manuskrip tersebut berada di museum belanda, aneh yaa itu peningalan sejarah bangsa kita kenapa bukan kita yang menjaganya di museum negeri kita sendiri tapi malah berada di museum negara lain dan klo orang-orang bugis mau mempelajari manuskrip tersebut harus datang ke negeri kincir angin tersebut...

masih menurut penuturan si om ada juga orang amerika yang mempelajari kebudayaan pelaut bugis bagaimana mereka menciptakan kapal laut dan orang amerika tersebut belajar membuat miniatur kapal laut yang dulu biasa dipake orang bugis buat melaut, dan orang amerika tersebut juga sudah memamerkan hasil kebudayaan orang bugis yang dia pelajari di amerika si orang amerika ini waktu memamerkan pun dia berpakaian ala orang bugis...

lalu saya bertanya kenapa orang amerika tersebut sangat antusias untuk mempelajari kebudayaan bangsa kita dari bugis bahkan dia sampe memamerkan di amerika, si om menjawab orang amerika mempunyai maksud bahwa kelak ketika orang-orang bugis ingin mempelajari sejarah nenek moyangnya mereka harus pergi ke amerika sama seperti halnya manuskrip yang tersimpan di belanda karena orang amerika tahu bahwa kita acuh sama kebudayaan kita sendiri...

si om lalu melanjutkan malaysia pun sekarang sudah mulai mempelajari kebudayaan nenek moyang kita dan sebagian sudah disimpan di museum mereka, seperti inilah orang indonesia, kita yang mempunyai kebudayaan acuh tapi ketika kebudayaan tersebut kia marah-marah...

dalam hati saya berkata itu hanya sebagian kecil kebudayaan kita, kebudayaan kita itu beragam dari sabang sampai merauke, betapa meruginya saya yang tak menjaga kebudayaan saya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar